Supply Chain Management 1


Di dunia ini apa yang banyak dilakukan oleh perusahaan, merekrut karyawan, memproduksi barang atau jasa ataukah melakukan penjualan? Perusahaan manapun akan mendapatkan keuntungan yang sebagian besar didapatkan dari proses penjualan.

Penjualan sangat penting bagi mereka untuk mendapatkan laba yang diharapkan. Sayangnya tidak sedikit perusahaan yang salah dalam menjual produknya.

Mereka memproduksi banyak barang namun saat proses penjualan mereka kesulitan memasarkannya. Kesalahan bukan pada barang yang mereka produksi namu pada sales management yang digunakan. Manajemen sales sangat penting bagi suatu perusahaan untuk mengatur bagaimana sumber daya manusia yang ada didalamnya mampu memasarkan produk hingga sampai ke tangan konsumen.

Penjualan barang atau jasa tidaklah mudah, banyak pesaing disekitar perusahaan bersangkutan yang akan menggulingkan tahta perusahaan anda bila manajemen sales yang anda gunakan salah. Ibarat anda sebagai raja, aturlah rakyat anda agar bisa menjual produk secara efektiif dan efisien.

Kalau dulu penjualan dilakukan dengan cara yang sederhana namun sekarang penjualan bisa dilakukan dengan cara yang modern seperti penggunaan internet atau ponsel yang jauh lebih canggih. Peralatan dan perlengkapan saat ini sangat mendukung untuk mempromosikan produk perusahaan. Bahkan tanpa sales yang banyak pun perusahaan tetap bisa melakukan penjualan dalam jumlah yang diinginkan. Dengan pangsa pasar yang semakin bersaing tersebut menimbulkan masing-masing perusahaan terus mengupayakan penjualan semaksimal mungkin.

Bagi perusahaan mereka sering menggunakan SCM untuk menyampaikan produk yang telah dibuat tersebut agar bisa sampai ke tangan konsumen. Supply Chain adalah suatu jaringan yang bertujuan untuk penyampaian barang kepada konsumen akhir. Perusahaan akan menggunakan beberapa orang atau badan yang nantinya bermanfaat untuk penyampaian produk hingga konsumen menggunakannya.

Supply Chain ini penerapannya melibatkan beberapa bagian baik pihak intern perusahaan maupun pihak ekstern perusahaan. Pihak-pihak yang terkait dengan sistem ini adalah supplier, pabrik, toko atau ritel, distributor maupun perusahaan yang mendukung penjualan perusahaan. Beberapa komponen penting tersebut harus bisa terjalin kerja sama yang baik agar saling menguntungkan.

A. Pengertian Supply Chain Management

Di era globalisasi dengan persaingan bisnis yang ketat hal ini sangat menuntut tiap perusahaan untuk penyusunan suatu strategi bisnis agar bisa bersaing dengan perusahaan lainnya. Dari berbagai persaingan yang dilakukan masing-masing perusahaan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa persaingan yang dilakukan oleh perusahaan adalah untuk mengimplementasikan proses produksi barang atau jasa yang efektif dan efisien untuk disalurkan kepada konsumen. Namun dalam kenyataannya perusahaan tidak mampu untuk menjalankan semua itu sehingga mereka memilih jalan pintas dan kemudahaan untuk bersaing dengan competitor melalui supply chain.

Supply Chain merupakan suatu bentuk sistem organisasi yang bertujuan untuk penyaluran produk maupun jasa kepada konsumen. Dalam siklus atau rantai ini ada beberapa organisasi yang beberja dalam lingkup yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk pengadan barang serta penyalurannya hingga ketangan konsumen akhir secara efektif dan efisien. Dengan kerja sama tersebut maka akan dihasilkan nilai tambah dari produk yang telah diproduksi tersebut. Supply chain juga dianggap sebagai logistic network yang mampu menghubungkan mata rantai yang saling terkait antara manufacturer, suppliers, retail outlets, distribution dan customers. Dalam konsep ini sangat megutamakan adanya manajemen logistic yang memiliki pandangan lebih luas dari barang dasar hingga menjadi barang jadi yang digunakan oleh konsumen akhir.

Dalam manajemen Supply chain ini akan terlihat bagaiaman aliran barang, transaksi, aliran uang maupun aliran informasi. Mungkin bagi perusahaan aka nada wawasan dan motivasi yang hebat ketika anda melihat bagaimana sebuah bisnis besar yang terkenal di dunia yaitu amazon.com telah mengembangkan konsep Supply chain ini. Dengan omset ratusan juta dollar dalam satu tahunnya perusahaan ini mampu memaksimalkan penjualannya dalam berbagai produk yang terkenal. Perusahaan besar ini menjual berbagai produk dna memiliki beberapa distributor besar di Amerika sedangkan konsumennya telah tersebar di seluruh dunia.

Mengelola Supply Chain bagi perusahaan besar Amazon ini adalah hal yang sulit karena harus dilakukan dengan cara yang teliti dan prosesnya snagat rumit.

Proses yang dilakukan perusahaan tersebut adalah mulai dari pengolahan data yang dipesan oleh konsumen, mencari serta menyediakan produk yang dibutuhkan konsumen, kemudian proses pengemasan dan pengiriman barang hingga sampai ke tangan konsumen dan melakukan penagihan pembayaran. Sesulit apapun itu tetap saja dengan manajemen Supply chain yang baik perusahaan ini tetap bisa mendapatkan omset yang luar biasa.

Manajemen rantai supply chain ini merupakan suatu proses payung dengan produk yang diciptakan dan akan disampaikan ke tangan konsumen dalam bentuk yang lebih structural. Rantai suplai atau supply chain akan terlihat seperti jaringan yang lebih rumit dari suatu hubungan suatu organisasi kepada relasi bisnis untuk berporduksi dan menyampaikan hasil produksi tersebut kepada konsumennya.

Supply chain management ini merupakan suatu koordinasi dari bahan, arus kas dan arus keuangan maupun koordinasi informasi beberapa organisasi yang tergabung dalam mata rantai tersebut. Dalam manajemen ini semua bahan dasar hingga menjadi produk yang akan dijual ke konsumen akan mendaur ulang produk yang sudah ada. Dalam manajemen ini setiap rantai supply memiliki tujuan untuk memaksimalkan nilai dari produk yang telah dihasilkan secara menyeluruh. Dengan rantai supply maka akan mudah setiap rantai mendapatkan nilai lebih dari produk tersebut.

Dari uraian diatas berarti supply chain management akan melibatkan beberapa hal dibawah ini:

Produk fisik dan arus material
Dalam rantai supply ini maka arus material akan melibatkan suatu arus produk fisik yang berasal dari pemasok hingga sampai ke tangan konsumen. Hal ini sama dengan arus balik yang datang dari retur produk, layanan, pendaur ulangan maupun proses pembuangan.

Berbagai arus informasi yang didapatkan
Dalam rantai supply ini akan ada beberapa informasi yang bermanfaat diantaranya adalah perkiraan permintaan, transmisi pesanan maupun pelaporan pesanan dari konsumen. Arus ini akan berjalan dalam dua arah diantaranya adalah arus kearah konsumen dan arus kearah penyedia bahan mentah untuk proses produksi barang yang dibutuhkan konsumen.

Arus keuangan
Dalam supply chain ini juga melibatkan arus keuangan yang berhubungan dengan syarat-syarat kredit, informasi kartu kredit maupun jadwal pembayaran yang berhubungan dengan penetapan kepemilikan pengiriman barang.

B. Komponen dan Permasalahan Supply Chain Management

1. Komponen Supply Chain Management

Dalam siklus rantai ini maka ada beberapa komponen yang saling berhubungan satu sama lain. Bila salah satu rantai suplai tersebut terputus maka konsep ini akan sulit dijalankan, bahkan akan bermasalah. Berikut beberapa komponen dalam supply chain management:

Upstream supply chain
Rantai ini disebut juga dengan rantai suplai hulu yang melibatkan beberapa aktivitas yang berasal dari perusahaan manufactur dengan beberapa penyalur produknya dengan koneksi para penyalur dengan penyalur lainnya yang saling berhubungan ( para penyalur ke dua setelah penyalur pertama). Rantai hulu ini memudahkan para penyalur untuk memperluas hubungannya pada beberapa cabang dan yang paling penting dalam rantai supply chain hulu ini adalah adanya aktivitas pengadaan.

Downstream supply chain
Rantai suplai hilir ini merupakan rantai supply chain arah muara atau hilir yang melibatkan beberapa aktivitas berupa pengiriman produk yang telah dibuat oleh proodusen kepada pelanggan atau konsumen akhirnya. Dalam rantai supply chain hilir ini maka sangat memperhatikan arah pendistribusian, bagian gudang maupun transportasinya dan yang tak kalah penting adalah dengan memperhatikan pelayanan yang diberikan sales kepada konsumen. Sales harus memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen akhir tanpa kecuali.

Internal supply chain management
Manajemen internal dari suplai chain ini akan melibatkan beberapa hal diantaranya adalah proses masuknya barang ke gudang untuk penyimpanan dan digunakan sebagai transformasi masukan yang berasal dari penyalur kedalam output organisasi tersebut. Internal supply chain ini akan menjadi luas dari waktu ke waktu yang ada dalam organisasi tersebut. Dalam rantai supply ini maka perhatian yang paling utama adalah dalam hal manajemen pabrikasi, manajemen produksi maupun pada pengendalian inventory.

2. Permasalahan dalam suppy chain management

Dlaam pelaksaaannya supply chain management sering mengalami masalah baik dari satu rantai maupun pada beberapa rantai yang menjalankannya. Rantai satu dengan rantai lainnya memang saling terkait sehingga bila ada salah satu rantai dalam supply chain tersebut mengalami masalah tentu saja beberapa rantai akan mengalami masalah juga. Beberapa permasalahan dalam supply chain management diantaranya adalah:

Srategi distribusi
Beberapa startegi distribusi yang bermasalah dalam supply chain ini diantaranya adalah sentralisasi maupun strategi desentralisasi, selain itu juga strategi distribusi berlabuh silang, strategi menarik maupun mendorong dan strategi logistic orang ke tiga.

Distribusi konfigurasi jaringan
Distribusi ini akan melibatkan lokasi beberapa supplier, fasilitas dalam berproduksi, tempat distribusi pusat maupun gedung dan para pelanggan produk bersangkutan.

Permasalahan informasi
Informasi yang diperlukan tiap rantai kadang juga mengalami masalah, sistem yang terintegrasi dan proses penyampaian informasi melalui rantai suplai yang berharga kadang tidak sampai ke tangan rantai suplai lainnya.

Aliran dana
Dalam rantai suplai chain kadang banyak terjadi masalah pada aliran dana dari rantai suplai tersebut. Aliran dana mengalami masalah pada cara pembayaran dan keterlambatan pertukaran dana dari masing-masing mata rantai yang ada pada organisasi tersebut.

C. Aktivitas Supply Chain Management

Rantai suplai yang dibentuk merupakan suatu pendekatan yang melibatkan beberapa fungsi untuk mengatur peregerakan bahan mentah atau bahan baku dalam suatu organisasi maupun pergerakan barang jadi hasil produksi tersebut yang keluar dari organisasi dan akan disalurkan apda konsumen akhir.

Dari fungsi supply chain tersebut kemudian rantai ini bertambah fungsinya yaitu dengan meningkatkan kepuasan konsumen dengan mengurangi control manajemen dari kegiatan logistic harian organisasi tersebut. Proses ini akan memberikan sedikit pengendalian dan akan melibatkan beberapa partner rantai suplai kea rah konsep rantai suplai. Tujuan rantai suplai cahin ini adalah meningkatkan kepercayaan antara rekanan rantai suplai maupun meningkatkan investaris serta peningkatan inventory organisasi.

Berikut beberapa aktivitas dari supply chain management:

Strategis
Aktivitas rantai suplai chain ini akan melibatkan beberapa hal diantaranya adalah:

Rekanan strategis
Rekanan ini akan melibatkan beberapa distributor, pemasok bahan baku maupun pelanggan menggunakan jalur komunikasi maupun informasi yang penting untuk meningkatkan operasional.

Mengoptimalkan jaringan
Sasaran selanjutnya adalah dengan mengoptimalisasi jaringan strategis yang telaha da dengan cara meningkatkan jumlah rantai, peningkatkan lokasi, maupun dengan peningkatan fasilitas kepada rantai suplay chain dan konsumen.

Taktis
Pelaksaaan taktis dalam suplay chain management diantaranya adalah:

Keputusan dan perjanjian kontrak untuk pengadaan bahan baku
Keputusan terhadap proses produksi
Keputusan yang berhubungan dengan inventaris organisasi baik dalam bentuk jumlah, tempat maupun jadwal yang telah ditetapkan.
Transportasi
Strategi ini digunakan untuk menentukan rute masing-masing rantai suplay chain agar bisa memaksimalkan penjualan produk.

Gaji
Dalam suppy chain management akan ditentukan gaji yang didapatkan masing-masing rantai dalam organisasi tersebut berdasarkan target yang telah didapatkan. Jadi pencapaian target sangat menentukan gaji yang didapatkan masing-masing rantai.

Operasional
Kegiatan operasional dalam supply chain management diantaranya adalah:

Perencanaan permintaan konsumen
Perencanaan permintaan maupun presdiksi permintaan yang dibutuhkan oleh konsumen akan dibagi menjadi beberapa prediksi dari para pemasok.

Perencanana pengadaan barang
Perencanaan ini akan melibatkan beberapa pemasok untuk proses perencanaan pengadaan barang yang dibutuhkan konsumen.

Perencanaan produksi
Setelah beberapa hal diatas barulah dalam aktivitas supply chain management akan merencanakan produksi sesuai dengan kebutuhan dan permintaan konsumen di pasaran.

D. Jaringan supply chain management ( SCM)

Hal utama yang bisa terlihat dari jaringan supply cahin ini adalah suatu proses intergrasi secara vertical dari para supplier kepada konsumen atau pelanggan yang dilakukan melalui aliansi yang strategi antar perusahan. Dalam supply chain management akan ada optimasi total yang lebih besar dibandingkan dengan optimasi parsial dalam suatu rantai individu.

Jika suatu perusahaan mampu mengaplikasikan semua proses dalam supply chain ini maka akan menjadi suatu organisasi yang lebih besar namun kelemahannya adalah adanya biaya administrasi yang lebih besar dari sebelumnya. Selain itu adanya aliansi yang dilakukan antar perusahaan akan membuat keuntungan optimasi maupun biaya administrasi menjadi lebih rendah. Masing-masing perusahaan yang tergabung dalam supply chain ini akan berhubungan dengan perusahaan lainnya dalam proses integrasi secara vertical.

Tiap perusahaan harus memperhatikan bagaimana mereka memproses informasi yang didapatkan dari rantai-rantai dalam organisasi.

Proses informasi ini sangat penting bagi SCM sehingga akan baik bagi perusahaan untuk melakukan inovasi terhadap teknologi informasi untuk memaksimalkan SCM. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan elektronik data. Elektronik data ini merupakan suatu cara yang paling efektif untuk melakukan promosi informasi antar perusahaan yang sesuai dengan tujuan SCM.

Electronic Data Interchange atau disingkat (EDI) ini merupakan pertukaran informasi yang dilakukans ecara online komputer pada tiap transaksi yang dilakukan perusahaan. Untuk memaksimalkan SCM maka sangat penting adanya elektronik data khusus yang digunakan untuk memasukkan informasi dalam suatu jaringan dan akan dibagikan pada rantai supply chain lainnya.

E. Manfaat Supply Chain Management

Adanya supply chain management memiliki manfaat diantaranya adalah:

Memaksimalkan penyediaan barang kepada konsumen
Dengan adanya jaringan yang luas dan penyediaan barang yang cepat ke tangan konsumen maka dipastikan konsumen tidak akan berpaling kepada produsen barang yang sama.

Penjaminan mutu
Mutu dari barang tidak hanya ditentukan saat proses produksinya namun juga ditentukan dari mutu bahan mentah yang digunakan saat proses produksi tersebut. Selain itu mutu suatu barang juga ditentukan oleh kualitas pengiriman barang yang dilakukan oleh distributornya.

Meminimalkan jumlah supplier
Adanya supply chain management ini akan mengurangi jumlah biaya negosiasi, biaya trancking maupun untuk pengurangan supplier yang tidak sejalan.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Supply Chain Management